Impian #2
Bagi yang belum membaca part sebelumnya dimohon untuk membacanya terlebih dahulu. Agar tidak terjadi ketidaksambungan saat membaca. Enjoyy!
-----------------------
"Nissaa!"
"Yurii!"
"Sudah lama tidak bertemu ya. Aku kangen bangettt",
"Iya ya, sudah 9 tahun berlalu",
"Eh, kalian sudah sampai duluan? Maaf ya aku telat tadi macet soalnya", Naya akhirnya muncul.
"Alhamdulillah, udah pada ngumpul. Yuk, pesen makanannya dulu" ucapku.
Sambil menunggu makanan, kami ngobrol ngarol ngidul. Sampailah ke topik tentang cita-cita.
"Eh, jadi inget dulu waktu kita ngomongin cita-cita, deh!" ucap Naya sambil mengaduk minumannya.
"Iya, dulu saat cuaca hujan kita sama-sama berdoa meminta hal yang diinginkan, doa ku sih masih rahasia, hehe"
"Betul, dulu aku berdoa menjadi peneliti dan Alhamdulillah sekarang aku sudah menjadi peneliti",
"Wah, hebat! Kalau aku sudah menjadi perancang busana. Persis seperti doa dan impian ku dulu. Kalau Nissa, gimana?"
"Oh, aku... Aku menjadi guru",
"I'm so proud of you Nissa. Jadi guru gak gampang loh. Banyak murid dengan berbagai sifat yang harus dihadapi",
"Hehe, makasih Nay. Alhamdulillah aku bisa beradaptasi dengan baik di sekolah tempat ku mengajar",
"Btw, adek cerita kalau di sekolah nya ada guru yang sangat ia sukai. Dia bilang gurunya ramah dan baik. Cantik pula", aku tersipu mendengarnya.
"Oh, ya? Adekku juga menceritakan hal yang sama juga",
"Vina di sekolah nya peringkat 1 loh. Ck, aku sebagai kakak nya jadi iri dengan prestasi nya. Padahal dia kalau di rumah kebanyakan main. Apa emang dah pintar dari sana nya, ya?"
"Kalau adekku, Gildan dia juara 2. Tetapi di mapel MTK dia yang paling tinggi dari semua murid. Aku sebagai kakaknya bangga, sihh"
"Oh.. kebetulan aku...", ucap ku.
"Eh, iya. Satu lagi", tiba-tiba Yuri menyela. "Vina bilang dia bakal mewakili sekolah nya dalam perlombaan menyanyi tingkat kota"
"Gildan juga bilang begitu. Bla bla..."
"Bla... Bla..."
Aku memilih untuk diam dulu sambil memakan pesananku, menunggu mereka selesai mengobrol tentang adik mereka masing-masing.
Malamnya, kami akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
Tiba-tiba... Nyuuut. Kepala ku berdenyut lumayan sakit. Akhir-akhir ini sakitnya menjadi-jadi. Aku pun memutuskan untuk men cek terlebih dahulu ke rumah sakit.
"Ibu harus banyak beristirahat di rumah. Saya sarankan ibu mengurangi atau berhenti sementara dari bekerja sampai gejalanya mereda, bagaimana, bu?" ucap saran dokter itu.
Aku terdiam sejenak.
"Tidak bisa, dok. Saya akan tetap bekerja karena anak didik saya memerlukan saya. Tentunya, saya akan berusaha menjaga pola hidup sehat",
~~~~~~~~~~
2 minggu kemudian...
"Huaaa"
"Kamu kenapa, nak?"
Aku yang berada di lantai atas langsung turun ke bawah setelah mendengar tangisan adikku, Vina.
"Ibu guru Nissa meninggal dunia...",
"Innalilahi..." ucapku dan ibuku.
~~~~~~~~~~~~
Besoknya aku, Vina dan ibu pergi melayat ke tempat gurunya Vina. Setibanya disana aku juga bertemu dengan Naya dan adiknya. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang membuat ku kaget.
"Naya..."
"Iya.."
"Bukannya ini rumah orang tua nya Nissa, ya?"
"Betul. Aku ingat dengan pasti ini rumah orang tuanya"
Tiba-tiba seorang ibu datang mendekati kami.
"Kalian... Naya dan Yuri, kan?"
"Ee, iya, bu. Ada apa ya, bu?"
"Alhamdulillah kalau begitu. Ini ada surat dari almarhumah Nissa Kirani"
"Nissa Kirani teman SMP kita, kan? Mak-mak-maksud nya almarhumah ini gimana ya, bu?"
"Kalian belum tau? Yang meninggal sekarang ini adalah Nissa Kirani. Ibu nya bilang kalian adalah teman semasa SMP nya, dan meninta saya memberikan titipan surat dari Nissa ini kepada kalian"
Kami berdua syok mendengarnya. Ternyata guru yang dibilang-bilang Vina dan Gildan selama ini adalah Nissa. Dan bisa-bisanya kami tidak menyadari hal itu selama ini.
Kami pun membuka surat yang ditulis Nissa itu.
"Assalamualaikum Yuri dan Naya. Maaf aku tidak sempat memberitahu kalian waktu kita bertemu...
Sejak kalian pindah sekolah saat kelas 2 SMP aku putus kontak dengan kalian. Maaf kita baru bisa bertemu sebentar. Tapi sebelum pergi ada yang ingin ku sampaikan.
Ingat waktu dulu kita berdoa ketika hujan? Kalian sudah memberitahu ku apa isi doa kalian, dan sekarang giliranku,
Isi doaku itu....
Adalah doa agar impian kalian tercapai"
Inspired by : Komik "Selangit Doa dan Impian : 'Our Dream' " by Ihsan Comic.



Keren!
BalasHapusMakasiuu
Hapuslanjutt donggg 🙌
BalasHapusGasskeun
Hapusnitip part 3
BalasHapusLanjut part 3 ya
Hapus