Impian #1
"Anak-anak ini Bu Nissa Kirani. Bu Jenna akan mengajarkan mata pelajaran agama Islam". Ucap bu Yanti kepada murid-murid. Murid-murid antusias melihat aku sebagai guru baru dan akan menjadi walas mereka ke depannya.
Aku mengaggukkan kepala berterima kasih kepada bu Yanti yang telah memperkenalkan diriku di hadapan murid-murid. Lalu, aku pun berbicara memulai perkenalan sendiri.
"Assalamualaikum anak-anak. Udah pada taukan nama ibuk siapa. Dulunya ibu mengajar di Maninjau dan dipindah tugaskan ke sini. Jadi ibu masih belum lama berada disini. Oleh karena itu mohon kerja samanya untuk ke depannya". Ucapku dengan hati-hati agar bisa memberikan kesan pertama yang baik kepada murid-murid.
"Baik, buu!" jawab murid-murid serentak.
"Kalau begitu saya izin pamit, silahkan dilanjutkan pelajarannya", ucap Bu Yanti.
"Baik bu, terima kasih bu", Bu Yanti pun beranjak pergi keluar kelas. Dengan mengucapkan Bismillah aku memulai kegiatan PBM pada hari ini.
Namaku Nissa Kirani. Profesiku adalah sebagai seorang pengajar.
Umurku menginjak 25 tahun pada bulan September ini. Setelah menyelesaikan S1 dan menjadi guru PL selama kurang lebih setahun akhirnya aku menjadi guru resmi. Tak disangka-sangka aku malah ditugaskan lumayan jauh dari tempat tinggalku di Maninjau, yaitu kota Padang. Karena tidak ada saudara yang tinggal disini, akhirnya aku terpaksa mencari tempat kos dan membayar biaya per bulannya. Mulai lah hidupku disini sebagai seorang pengajar.
Aku pun melanjutkan peran ku di depan kelas ini sebagai seorang guru.
~~~~~~~~~~
"Kriiing.."
Bel pulang berbunyi. Para murid berhamburan keluar kelas menuju gerbang untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menyambut mereka satu persatu di depan gerbang bersama guru lainnya.
Tiba-tiba pandangan ku terpaku kepada 2 orang anak di kursi taman, Vani dan Gildan.
Aku pun menghampiri mereka untuk menyapa. Mereka adalah salah satu murid yang ramah dan langsung akrab dengan ku di kelas tadi.
"Assalamualaikum, sedang menunggu di jemput ya?"
"Wa'alaikumussalam Bu Jenna. Iya, kami sedang menunggu jemputan. Eh, itu mobilnya, kami duluan ya Bu".
"Alhamdulillah, hati-hati di jalan, ya!"
"Iya, bu. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Aku merasa senang karena mendapatkan murid-murid yang ramah dan sopan kepada gurunya. Guru disini juga ramah-ramah. Jadi, membuatku lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan sekolah ini.
Saat ku beranjak dari tempat duduk aku bertemu dengan bu Yanti dan meminta ku untuk mengambil buku absen kelas 2 di atas meja di kantor. Aku pun langsung melaksanakan perintahnya dan pergi ke kantor.
Setelah mencari beberapa menit, akhirnya aku menemukan nya di laci nomor 2 sebelah kanan. Saat ku angkat tak sengaja terlihat foto kopi-an KK masing-masing murid kelas ku di bawah nya. Iseng, aku pun melihat-lihat KK para murid kelas ku.
Sampai lah mata ku tertuju pada KK Vani dan Gildan. Aku terlonjak kaget ketika melihat nama kakak mereka berdua yang tidak asing lagi bagiku. Ya, kawan sohib SMP ku, Yuri dan Naya.
Mengetahui hal tersebut aku merasa sangat senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan mereka setelah terakhir bertemu kelas 2 SMP, ketika mereka pindah sekolah karena urusan kerja orang tuanya. Aku pun berniat untuk menanyakan hal tersebut besok kepada Vani dan Gildan.
Keesokan harinya aku pun mendapatkan nomor HP Yuri & Naya dan langsung menghubungi mereka. Aku mengajak ketemuan di sebuah cafe.
Bersambung...
Inspired by : Komik "Selangit Doa dan Impian : 'Our Dream' " by Ihsan Comic.
Mungkin sampai disini dulu cerita nya yah. Rencananya aku ingin membaginya menjadi beberapa part. Karena kalau dibuat dalam 1 blog kepanjangann.
Btw ini bukan murni dari karangan ku sendiri. Cerita ini terinspirasi dari sebuah buku komik yang sudah ku beritahu sebelum nya.
Terima kasih atas perhatiannya. Jumpa lagi di part selanjutnya~



Cerpen nya bagus hana😃👍
BalasHapusMakasiii-!
Hapus