Kejadian di Restoran
Assalamualaikum wr. wb.
Kali ini aku mau membagikan sebuah kisah yang pernah ku alami di sebuah tempat makan dan pasti juga pernah di alami oleh beberapa orang. Kejadian tidak mengenakkan yang lumayan membekas di hati ini. Okelah, dari pada berlama-lama, mari baca kisah ku yang satu ini.
Pada suatu hari yang tidak terlalu cerah, aku sekeluarga pergi makan keluar di sebuah resto yang tidak bisa ku sebutkan namanya. Kami pergi ke sana dengan menaiki mobil pribadi. Saat tiba di sana kami mengambil tempat yang berada di lantai 2. Aku langsung mengambil kursi yang berada dekat jendela, sambil melihat pemandangan gitu :3
Beberapa saat kemudian datanglah seorang pelayan dan memberi kami daftar menu. Setelah kami memilih makanan masing-masing, bundaku menyebutkan pesanan kami dan pelayan tersebut mencatat nya di buku pesanan dan berlalu pergi. Sembari menunggu pesanan, kami mengobrol basa basi, main hp, sampai bermain-bermain.
10 menit berlalu...
15 menit berlalu...
20 menit berlalu....
Pesanan kami masih belum datang. Aku sudah merasa bosan begitu juga saudara-saudaraku. Apalagi saat itu siang begitu terik sehingga kami kepanasan. Makhlum, karena kami memilih tempat yang terbuka.
Akhirnya tidak lama setelah itu, pesanan kami sedikit demi sedikit berdatangan. Meja kami sudah dipenuhi oleh makanan yang kami pesan, kecuali pesananku. Hanya makanan ku yang masih belum ada di atas meja. Aku memilih untuk sabar sampai pesananku tiba sembari meminum minuman ku.
Lagi-lagi pesananku tak kunjung datang. Akhirnya saudara-saudaraku memilih untuk makan duluan tanpa menungguku karena mereka juga sudah kelaparan. Minuman ku juga sudah mau habis dan masih belum tampak seorang pelayan yang membawakan pesananku. Tiba-tiba air mata ku keluar dengan sendirinya. Air mata yang sudah susah payah ku tahan dari tadi. Hari dimana ku mengharapkan momen yang spesial lenyap sudah bersamaan dengan habis nya minuman ku.
Karena tak kunjung datang, akhirnya bunda memutuskan untuk membatalkan pesanan ku itu. Dan untuk menghiburku, pesanan ku tadi diganti dengan makanan di luar yang lain.
Tak lama kemudian makanan yang ku pesan akhirnya datang. Makanan itu dibawa oleh seorang pelayan yang di muka nya tidak ada rasa bersalah sedikit punn. Ingin rasanya aku menonjok pelayan itu, tapi ku sadar ini bukanlah dunia webtoon. Lagi pula pelayan itu hanya ditugaskan untuk membawa pesanan.
Aku melihat nasi goreng yang sudah di atas meja itu dengan tatapan kosong. Seleraku sudah hilang, rasa lapar tadi sudah lenyap. Bunda menanyakan kepadaku apakah nasi goreng itu lebih baik dibungkus atau aku habiskan. Aku memilih untuk menghabiskan nya saja daripada nasi goreng itu menjadi dingin dalam perjalanan pulang nanti. Dengan terisak-isak aku menghabiskan nya dengan terpaksa.
Jadi begitulah kisah ku yang memilukan di sebuah restoran. Semoga para readers bisa bersimpati dengan saya atas kejadian ini.
Wassalamualaikum wr. wb.



ohh ini pasti resto **** nih
BalasHapusIya resto ****
HapusNyesek banget oyy
BalasHapusNusuk ke tulang
Hapussabar yaa han
BalasHapusIyaa, cukup sabar
Hapus